Home > Tips-Tips

Tips-Tips

Hati-Hati Dalam Mendownload File Di Internet

Wednesday, August 15, 2012 Category : , 0

Masih ingatkah anda dengan berita yang menhebohkan pada bulan juli lalu, dimana akan terjadi kiamat internet. Tentu anda masih mengingatnya bukan? Bercerita tentang kiamat internet saya jadi ingat beberapa hari yang lalu dimana saya akan mendownload sebuah File yang berupa Video, dan ternyata di URL tersebut sudah di isi dengan malware.
Untung saja komputer saya selalu dilindungi oleh anti virus yang terupdate, jadi sampai ini saya masih aman dari serangan malware.

Ilustrasi Malware

Kenapa tulisan seperti ini di posting di blog? Inikan berita basi? Mungkin diantara anda akan berpendapat seperti itu, bisa saja dikarenakan anda sudah mengetahuinya. Tetapi bagi saya membagikan sebuah ilmu itu adalah nikmat, walaupun sudah basi. Siapa tahu masih ada yang belum mengetahui tentang informasi ini, makanya saya share kembali.
Kembali ketopik artikel. Disini saya sedikit mengingatkan, kita harus berhati-hati dalam mendownload sebuah file di internet. Penyebaran malware tidak akan pernah berhenti, biasanya mereka para penjahat cyber hanya bertjuan untuk mengacaukan saja. Trik yang sering digunakan mereka adalah trik scammer, apa itu scammer? Scammer merupakan kejahatan kriminal yang memanfaatkan website palsu untuk menggiring user ke alamat yang sudah ditanamkan malware.

Jadi kesimpulannya, anda harus sangat berhati-hati dalam mendownload file. Karena malware akan membahayakan komputer anda. Malware itu sendiri adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin pengguna (informed consent) dari pemilik. Wah...dari pengertiannya malware adalah sangat berbahaya.

Saran saya, selalu lakukan update anti virus yang secara berkala. Hati-hati dalam mendownload sebuah file, teliti terlebih dahulu URL file yang akan anda download. Dan downloadlah file-file dari situs resmi, dan file-file yang Legal.

Tips Dan Kiat Menjaga Rumah Saat Ditinggal Mudik

Monday, August 13, 2012 Category : 2

Idul fitri sebentar lagi tiba, tentunya sebagian besar orang pasti bakal melakukan kegiatan yang setiap tahun dilakukan oleh orang indonesia yaitu mudik. Ya, mudik merupakan kegiatan rutin menjelang lebaran, bahkan kosa kata mudik juga sudah menjadi adat atau trend yang menyebutkan akan pulang kampung. Tetapi juga ada hal yang harus diperhatikan saat mudik, karena tentunya anda akan meninggalkan berbagai barang di rumah anda saat anda mudik, jadi perlu diperhatikan keamanan rumah saat ditinggal mudik. Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun selalu ada rumah yang berhasil dibobol pencuri saat yang punya rumah mudik ke kampung halaman. Tentunya dibobolnya rumah oleh pencuri harus kita minimalisir sehingga rumah kita bisa menjadi lebih aman dari pencuri saat ditinggal mudik.
Berikut ini adalah beberapa tips dan kiat yang dapat anda pertimbangkan dan persiapkan sebelum anda mudik ke kampung halaman, tentunya supaya rumah yang anda tinggal menjadi lebih aman dari pencuri:

1. Rumah sepi
Perhatikan, bahwa orang-orang asing dapat “memetakan” rumah mana yang selalu sepi, memiliki lampu selalu menyala, atau memiliki koran yang menumpuk di depan rumah. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat memberhentikan langganan koran atau majalah Anda sementara waktu.

2. Lama perjalanan
Pertama-tama, pastikan lamanya Anda akan melakukan perjalanan. Jika hanya melakukan perjalanan selama dua sampai tiga hari, langkah yang sebaiknya Anda ambil akan berbeda dengan perjalanan selama satu bulan.

3. Sistem pengaman
Ada banyak jenis sistem pengamanan rumah yang dapat pasang di rumah Anda, mulai menyewa keamanan pribadi atau satpam sampai mengadopsi sistem alarm otomatis, jika ada bagian rumah yang dibuka secara paksa.

Namun, langkah tersebut cukup mahal. Menurut The Washington Post, rumah-rumah di Amerika Serikat yang tidak memiliki sistem alarm tiga kali lebih rentan terhadap perampokan daripada rumah dengan sistem alarm tertentu.

Mungkin, kasus di Indonesia sedikit berbeda. Langkah paling mudah adalah meminta bantuan tetangga Anda yang tidak pulang kampung untuk ikut menjaga rumah Anda.

4. Kunci ganda
Jangan lupa mengunci, menggembok, dan merantai barang-barang yang dapat dengan mudah diambil orang lain. Tidak harus menjadi seorang perampok profesional untuk mengambil motor yang Anda tinggal begitu saja di depan rumah Anda selama satu bulan, bukan?


Satu lagi, pastikan garasi Anda terkunci. Selain pintu utama, seringkali pemilik rumah lupa mengunci garasi mobil mereka. Padahal, pintu garasi jauh lebih besar dari pintu utama.

5. Benda berharga
Anda juga sebaiknya memastikan untuk tidak menyimpan semua benda-benda berharga di kamar tidur Anda. Kamar tidur merupakan target pertama yang lazim dituju oleh para perampok.

6. Bantuan tetangga
Menjaga hubungan baik dengan tetangga sebenarnya bukan tindakan sia-sia. Anda bisa meminta bantuan salah satu tetangga untuk mengambilkan surat, koran, atau majalah yang diantar secara berkala ke rumah Anda. Dengan demikian, tidak akan ada benda-benda menumpuk di depan rumah.

Selain itu, tetangga yang cermat dapat dengan mudah mengetahui orang asing yang berusaha “memetakan” lingkungan Anda.

7. Tipu penjahat
Anda juga dapat membuat seolah-olah rumah Anda masih dihuni oleh seseorang dengan memasang sensor gerak atau bisa juga timer untuk mematikan dan menyalakan lampu rumah Anda. Pasang lampu-lampu hemat energi, jika Anda enggan membuang-buang listrik di rumah. Nyalakan perabotan-perabotan yang mengeluarkan suara seperti radio.

8. Hati-hati bicara di jejaring sosial!
Hal terakhir, yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, adalah sebaiknya berhati-hati dengan penggunaan jejaring sosial. Selalu meng-update Facebook, Twitter, atau Instagram Anda dengan “tanpa sengaja” memberitahukan, bahwa seluruh keluarga Anda sedang tidak ada di rumah merupakan “undangan” yang cukup jelas bagi orang-orang dengan niat jahat. Karena saat ini kita bisa mengawasi kegiatan seseorang hanya melalui jejaring sosial, jadi berhati-hatilan dengan akun jejaring sosial anda dalam hal update status saat mudik ke kampung halaman.